Saturday, 4 June 2011

Awali harimu dengan sensasi!

Saya kira pagi ini akan jadi hari yang biasa saja.
Gak taunya, ini adalah salah satu HARI TERNGISING dalam hidup saya.


Niat hati hari itu mau shooting.
apa daya tripod ketinggal di rumah.
Malas balik naek sepeda, saya memilih naek motor.
Semuanya berawal saat Angga memberikan kunci motornya ke saya.
Berlanjut dengan saya mencari-cari motornya di parkiran kampus.
Berhubung saya ndak hapal motornya Angga yang mana, saya smslah itu bocah.
Akibat balasan sms yang masuknya ke hape saya seabad kemudian. (kayaknya ini salah provider yang janjinya murah tapi murahan itu).
Saya memilih untuk gambling.
Semua lobang saya masukin. Lobang kunci tentunya.
Yang saya inget, motornya Angga itu honda supra yang nggak patek keurus. Naas nasibe ngono lah.
Daan.. mata saya tertumbuk pada satu supra butut yang diparkir di ujung barisan.
Jleb, masuklah si kunci ke kontaknya. Dan menyalalah si motor tersebut sodara-sodara!
Ngambil tripod, balik ke kampus.
Sepanjang perjalanan saya mbatin.
Iki motor mesakke banget, ra tau diruwat.
Lebih parah dari terakhir saya naek sama Angga.
Di tengah jalan, saya berpikir untuk iseng.
Motor kayak gini biasanya kunci kontaknya bisa dicabut pas posisi on.
Eits, bener deh :D
Ntar saya bilang sama Angga, "kuncimu jatuh di jalan!".
Tiba-tiba spion sang supra lepas. LEPAS DAN JATUH. NGISING PART 1.
Terpaksalah saya berhenti di tengah jalan dan memungut si spion yang malang.

Sampai di kampus, saya dicegat pak satpam.
Katanya ada yang lapor motornya hilang.
TERNYATA YANG SAYA NAIKI ITU BUKAN MOTORNYA ANGGA. NGISING PART 2.
Satu dialog terngising hari ini adalah:
Satpam: kamu kesini naek apa?
Saya: sepeda pak.
Satpam: ooh jadi kamu pengen pulang bawa motor, iya?
(Nek arep nyolong, mending aku nyolong ninja, CBR opo tiger paaaak -_________-
Njuk yo ngopo aku bar nyolong balik ning kampus meneh)

Setelah diinterogasi, akhirnya saya dilepas.
Kata Angga yang jadi saksi, "untung koe ra digebuki cah!"
Dan kami pun melenggang pergi. Saya dengan perasaan geli, dan Angga dengan perasaan malu. Mungkin rasa malu Angga disebabkan karena badannya besar tapi tititnya kecil.
Dan hari ini ditutup dengan 2 kalimat yang sangat NGISING.




Ini talent saya







Dan ini teman saya yang omongannya diakui jurusan komunikasi sebagai komunikator terngising 2008.


Pesan saya untuk mas-mas HI yang motornya nggak sengaja saya bawa:
Semoga besok motornya ganti Ninja 250.
Jadi saya ndak bakal malu kalo nanti salah mbawa motor situ lagi.

Sekian dan terimakasih untuk hari ini. Salam pipis, ngelap, en menggauli. emuach.

Wednesday, 1 June 2011

Perkara Lakang Urusan Gampang

Ini kejadian hari kemaren. Mau posting malamnya cuma speedy dirumah saya tiba-tiba minta dihajar, jadilah baru hari ini nulis. Di warnet, karena si speedy malam ini minta dibom.

Pagi itu saya dibangunkan dengan brutal oleh ibu saya, setelah malamnya saya begadang mengerjakan desain sampai subuh. Tiba-tiba saja pintu kamar saya digedor-gedor dengan keras, layaknya hantaman 5 battering ram dan 20 onager. Oke, saya bangun dengan mood yang sangat buruk. mengerikan rasanya.

Setelah mandi kilat, saya berangkat untuk mengeprint kerjaan yang saya garap semalam. Kelar ngeprint, saya mampir ke sebuah rumah makan. Ya jelas untuk makan, nggak mungkin untuk ikut pelatihan jihad dan perakitan bom. oke jayus, lanjut. Tempatnya di dekat kampus sanata dharma, masuk gang yang pastinya nggak muat buat Rikishi. tempatnya kecil, mirip warung burjo. Saya pertama kali makan disini sama Ijah, dan tempat ini langsung jadi favorit saya. Bukan karena rasanya yang super enak sampai bisa bikin pak Bondan bilang maknyuss 7x dan rela nelen bokernya lagi kayak di sukatoro. bukan. Bukan juga karena hidangannya super eksotis nan unik, macam rempeyek cicak atau otak monyet saus vla coklat atau sop usus paus bongkok, bukan juga. Alasannya cuma satu, murah. Siapa yang nggak kepincut, makan prasmanan ayam goreng+tempe+bakso+nasi &  sayur ambil sesukanya+es teh cuma seharga 7 ribu rupiah. Benar-benar teman dikala kere melanda dompet. Entah kalo ayamnya tiren, yang penting saya nggak tau. Kadang ketidaktahuan adalah berkah hahaha

Setelah selesai makan, saya duduk diam menghadap tembok. Sambil menunggu makanan di lambung turun ke usus, saya mendengarkan pembicaraan 4 orang cowok kuliahan yang duduk di belakan saya. Bukannya saya nguping, tapi mereka yang ngobrol kayak Bung Tomo lagi orasi sambil masturbasi. Ributnya bukan kepalang. Dari pembicaraan yang saya dengar, mereka sedang ngomongin cewek. Bukan cuma obrolan cewek ala jomblo, tapi obrolan seputar lakang (selangkangan) cewek. Maaf kalo tulisan saya nanti jadi disturbing buat para cewek.

Jadi para cowok-cowok ini mengobrol tentang berbagai hal, mulai dari petualangan mereka di sarkem. Gang-gang tempat mangkal PSK yang tua, yang muda, yang mabuk. Yang muda dan cantik jalannya belok kiri, kalo ga salah. Berlanjut ke cerita salah satu teman mereka yang pertama kali nyoba kentha dan ketagihan. Lalu cerita mereka membandingkan rasanya cewek kuliahan dan anak SMA. Kemudian cerita mereka membuat ramuan ajaib dari minuman X + permen Y = obat pembuat teler, yang diminumkan ke seorang gadis bispak SMA yang kemudian digilir 11 orang. Dan mereka ngobrol layaknya perkara lakang ini bukanlah hal memalukan. Layaknya saya yang tengah ngobrol sama teman-teman tentang iklan (iklan psikoterapi tentang bagaimana mengobati Dirga dari sindrom homonya).

Sebelum mereka pergi, saya memilih pergi duluan. Sambil berjalan keluar warung itu, saya cuma memikirkan satu hal:
moga-moga anak saya besok nggak kayak gitu.

Saturday, 28 May 2011

PPC (Publicia Photo Club, Publicia Pancing Club, Publicia Pepohonan Club, you name it..)

"njuk penting yo ne malem trakhir kowe dadi ketua...ealah cah cah"
"welah..wes terakhir og piye.. wes ngopo wae Cah?"

Jujur, dua komentar dari senior saya diatas berhasil membuat saya merenung semalaman. Dan dilanjutkan besoknya lagi, sampai malam saya membuat tulisan ini. Sudah ngapain aja sih saya ini? Dan tiba-tiba saya galau, terus pengen curhat.
Disini saya cuma pengen membeberkan segala hal yang saya rasa gagal saya lakukan selama setahun terakhir. So if you think i'm kinda sissy, fuckin' hell with you.


"Nek koe dadi ketua PPC, koe bakal keno 2 kutukan. Pertama, koe bakal suwi lek lulus. keloro, koe bakal jomblo seumur hidup! (kalo kamu jadi ketua PPC, kamu bakal kena dua kutukan. pertama, kamu bakal lama lulusnya. kedua, kamu bakal jomblo seumur hidup!)," Diucapkan dengan paling  penuh semangat oleh Awe, diikuti oleh senior-senior lainnya (2010)

Saya ingat sekali, dua kalimat kutukan itu selalu disebutkan saat awal-awal saya menjadi ketua PPC. Publicia Photo Club adalah semacam komunitas foto yang saya ketuai dari periode 2010-2011. Selain rumah dan jurusan komunikasi, PPC adalah salah satu tempat berkumpul yang paling saya cintai. PPC adalah tempat saya bertemu dengan orang-orang keren yang sampai sekarang jadi panutan saya. PPC adalah tempat saya bertemu dengan teman-teman baik yang sangat bisa saya andalkan. Saya sangat nyaman berada di sini, padahal di awal-awal masuk saya termasuk yang paling nggak aktif. Gagal disini sangat menyakitkan buat saya.

Saya ingat setahun yang lalu saya mengajukan diri ke Intan, ketua sebelumnya, karena saya melihat angkatan saya yang aktif di komunitas ini tinggal segelintir orang saja. keinginan saya cuma satu, membuat PPC jadi komunitas yang asik dan lebih baik. Then, voila. saya mendapatkan gelar sebagai ketua PPC 2010-2011. Dengan semangat 45 dan keinginan menggebu-gebu untuk memajukan PPC, saya dan teman-teman yang lain membuat berbagai macam proker yang (ekspektasinya) akan mengangkat nama PPC.

Toh, pada akhirnya nasib berkata lain. Makrab diadakan 2 bulan setelah masuk, otomatis kegiatan BSO juga mundur startnya. Berlanjut dengan para maba yang sensi sama seniornya gara-gara makrab. Di tengah perjalanan, kampus libur satu bulan karena Merapi ngamuk. Tempat nongkrong di kampus dibongkar. Saya dan teman-teman sibuk kuliah. A series of unfortunate events, yeah. Komunitas kalo ngumpul aja sulit, gimana bisa hidup? Begitulah curhat dari ketua PPC dan Deadline (Kine juga, tapi ga terlalu. Soalnya programnya banyak yang jalan. asem kowe Pril). Tapi yah....... mau dibilang membela diri, saya bilang nggak karena kondisinya memang tidak mendukung dan buruk. Tapi iya juga, karena saya nggak cukup jago untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Hasilnya? PPC terasa vakum. Mati suri. Apapun lah.

Pada akhirnya, saya cuma bisa merasa nyesek. Nyesek karena saya nggak memberikan kontribusi apa-apa ke PPC. Nyesek karena nggak bisa melaksanakan janji saya ke Intan untuk bikin pameran. Nyesek karena nggak bisa melaksanakan janji saya untuk mendekatkan senior dengan juniornya.
Kalau tidak ada halangan, minggu ini saya akan lengser dari jabatan saya. Yah semoga teman-teman pengurus baru bisa memompakan darah segar ke PPC ke depan, itung-itung nggo obat getun haha.

Thursday, 3 March 2011

lalalaaa

sampai hari ini saya masih menunggu guidebook untuk blogging dari angga (beliau lupa terus buat bawain, saya lupa terus mau ke kosnya).
iki kapan blog-ku ameh dilayout yoo -____-

Yours Truly, review pilem indie keren yang baru saja saya tonton



  Semalem saya baru saja nonton sebuah film yang menurut saya keren. Yours Truly (2011), sebuah film indie produksi Lucky Beanie Pictures & Cine et Cetera, disutradarai oleh pasangan suami-istri Elvira Kusno and Ian Salim. Ya detailnya liat saja di websitenya http://www.facebook.com/yourstrulymovie dan http://www.twitter.com/cineetcetera. Maaf saya sedang terlalu malas untuk menulis detail kru produksi disini karena habis ini harus ngerjain tugas kuliah hehe

[WARNING! SPOILER ALERT! DO NOT READ THIS REVIEW UNLESS YOU HAVE WATCHED THE MOVIE!]


_______________________________________________________________

  Pada awalnya, saya tidak pernah mengenalnya sedikitpun. Pertemuan pertama kami pun hanya berawal dari dunia maya, di facebook tepatnya. Saat pertama kali melihatnya, saya langsung merasakan sesuatu yang berbeda. Saya tahu bahwa dia spesial.

  Dan memang benar, Yours Truly adalah sebuah film yang cukup spesial buat saya. Mengusung tema thriller, tapi menggunakan judul romantis dan tagline "a love story, gone wrong" dan bisa disaksikan via online. Sounds cool, huh? No? It's just another Indonesian horror-sadis berdarah-dibumbui banyak sex movie? Damn you're wrong. Tagline-nya saja nggak kayak "ketika pocong tidak lagi loncat" kok.. *Asu iki tagline bosok banget, EPIC FAIL!

  Ringkasnya sih, film indie berdurasi 16 menit ini menyajikan kisah seorang pria bernama Todi, pengantar bunga yang tertutup dan hanya membagi kisahnya dengan tape recorder kesayangannya. Suatu hari si Todi harus mengantar bunga ke seorang mbak-mbak cantik bernama Kayla daaan... seperti cerita romantis kebanyakan, Todi mulai jatuh cinta dengan Kayla. Oke, sampe sini masih biasa saja kan? Todi mulai berani ngomong. Todi nembak Kayla. Todi dan Kayla pacaran. They have a good, sweet relationship. And so on and so on.
Selanjutnya, Todi mulai sadar kalo ceweknya itu terlalu cerewet, sampe doski nggak sempet ngomong apa-apa ke ceweknya kecuali iya, nggak, sama anguk-anguk geleng-geleng. Ternyata ini akibat Todi keseringan dugem. Oh maaf melantur. Nah masalah tadi lama-lama bikin Todi kesal, dan sodara-sodara tinggal membayangkan saja ending-nya akan seperti apa (apalagi setelah liat trailernya).

  So back to the night when i watched the movie, sambil menunggu buffering film selesai, saya membaca dulu semua info yang ada di page FB film ini. Hitung2 buat persiapan kaget, karena saya takut nonton film horror dan thriller hahaha. Setelah melihat semua info dan poster, tebakan pertama saya tentang cerita film ini adalah: sang cowok adalah psikopat yang ngejar2 seorang cewek. Guess what? wrong. Oh ya, waktu nonton itu saya malah belum liat trailernya btw
Oke, berlanjut waktu nonton. Di bawah video yang diputar ada keterangan bahwa film ini mengandung graphic violence. Ya jadi sebuah spoiler untuk saya sih, ada dua versi tebakan saya untuk ending film ini, dan salah satunya (hampir) benar hehe. Mungkin kalo info2 di film ini tidak bertebaran dimana2 saya akan kaget liat endingnya hahaha
Nah di pertengahan film saat Todi mulai terlihat muak dengan Kayla, saya menebak bahwa di ending, sang cowok akan menyekap/membunuh si cewek, lalu ngobrol dengannya layaknya ngobrol lancar sama tape recorder kesayangannya. Kalo nggak saat Todi nyerang Kayla, si mbak cantik berbalik menyerang Todi, lalu hampir sama seperti diatas. Eh ternyata bener haha
  Well secara cerita sih, saya kasih nilai lumayan karena biarpun ketebak sama saya, tapi idenya terbilang unik dan berbeda dari film indie pada umumnya. Twistnya boleh laah.
  Genre thriller sebenarnya akan lebih menarik kalo dibikin agak panjang, jadi bisa dieksplorasi sisi2 psikologis dari karakter2 di film itu. Beberapa gap buat saya sih kayak kenapa Todi bisa tiba2 sebegitu meledak sampe nyekek Kayla cuma karena omongan sarkasme dari Kayla, terus juga kenapa Kayla sebegitu terobsesinya sama Todi. Tapi yaa namanya film indie.. pada akhirnya memang akan terbentur di durasi dan budget sih.. *saya tau deritanya (-.-;)

  Buat akting pemainnya, ehm no comment deh.. standar kali ya, soalnya saya ga terlalu ngerti penilaiannya hehe

  Nah bagian yang paling saya suka: teknis! :D
Cuma dua kata dari saya untuk film ini. FARKIN AWESOME. Gambar keren, lighting keren, editing keren, scoring mantap, poster oke banget! Kata mereka sih kru dibalik film ini semua zero experience di bidang film. Ooh saya sangat tidak percaya, karena kualitas teknis film ini sangat luar biasa. Sumpah saya pengen ketemu sama orang2 dibalik layar film ini buat sharing. Bayangkan kalo zero exp saja kayak gitu hasilnya, lah kalo udah niat jadi pro?

Well, overall untuk sebuah film indie saya kasih nilai 4/5 lah. Untuk semua pejuang dibalik layar Yours Truly, pastinya tanggungan beban untuk berkarya setelah ini akan lebih berat, karena kalian sudah membuat sebuah karya yang luar biasa dan pantas dihujani pujian! Selamat berjuang dan berkarya yang lebih baik wahai sodara2 anak bangsa! 
*halah ngomong opoh